Nusantara Jambi News-Kota Jambi-Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jambi dan Kapolres Muaro Jambi di lobby Mapolda Jambi, Senin Pagi (14/6/21)
Upacara Sertijab dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol A. Rachmad Wibowo, SIk.
Jabatan Karo Ops Polda Jambi kini ditempati oleh Kombes Pol Feri Handoko Soenarso yang sebelumnya menjabat Wabprof Div Propam Polri, menggantikan Kombes Pol Imam Setiawan.
Sementara itu Jabatan Kapolres Muarojambi kini ditempati oleh AKBP Yuyan Priatmaja yang sebelumnya menjabat Kasubdit I Dit Reskrimsus Polda Jambi menggantikan AKBP Ardiyanto.
Upacara sertijab ini adalah tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri, Nomor : ST / 1129 / VI / KEP./ 2021, Tanggal 1 Juni 2021, tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Polri.
Kapolda Jambi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pejabat lama atas pengabdian dan dedikasinya selama di Polda Jambi.
“Kepada pejabat baru, selamat datang dan segera menyesuaikan diri dengan tempat tugas yang baru, rotasi dan mutasi ditubuh Polri sudah biasa , itu merupakan penyegaran serta evaluasi kinerja ,serta promosi jabatan, semoga yang pergi dan yang datang kita tetap menjalin hubungan silaturahmi, ” ujarny Irjen Rachmad.
Upacara Sertijab Karo Ops Polda Jambi dan Kapolres Muarojambi juga diikuti oleh Wakapolda Brigjen Pol Yudawan Roswinarso, Irwasda Kombes Pol Dwi Gunawan dan pejabat utama Polda Jambi, dengan menerapkan Protokol kesehatan pencegahan Covid 19.
Nusantara Jambi News-Kota Jambi-Yello Hotel Resmi dibuka oleh Bapak Rony Attan, Direktur Utama PT. Rajato MItra Sentosa Hotelindo); dan TAUZIA Hotel Management (Bapak Christophe Glass – Chief Projects, IT and Estate Management),yang beralamat di Komplek Transmart, Jl. Jend. Sudirman, Tambak Sari, Jambi – Indonesia Minggu 13 Juni 2021
Sesuai dengan konsep YELLO Hotels yang mengusung tema urban art dan pendekatan kreatif dengan unsur lokal di dunia perhotelan, YELLO Hotel Jambi memiliki ciri khas warna kuning yang cerah dan disertai dengan seni mural, gaming zone, beserta musik hip hop.
Dengan ciri khas yang unik dan fasilitas yang dapat dinikmati oleh anak muda, management Yello Hotel Jambi berharap hotel bintang 3+ ini dapat menjadi wadah bagi para seniman lokal untuk berekspresi dan berkolaborasi sesuai dengan tagline “Hustle Hard, Play Harder” yang menjadi spirit dari YELLO Hotels.
YELLO Hotel Jambi memiliki 154 kamar, 3 ruang rapat dan restoran bernama Wok ‘N’ Tok.
Dengan lokasi yang strategis, hotel ini berada di dalam kompleks Transmart, yang dapat ditempuh kurang lebih 10 menit dari Bandara Sultan Thaha Jambi.
Yello Hotel pertama di pulau Sumatera ini juga dekat dengan pusat hiburan, perbelanjaan, dan transportasi.
Yello Hotel Jambi akan menjadi akomodasi penginapan yang dapat mengakomodir wisatawan baik untuk liburan maupun bisnis.
Dengan harga kamar yang dimulai dari Rp. 432.000,- nett dan harga makanan yang dimulai dari Rp. 30.000,- nett, kami optimis bahwa harga kami yang kompetitif ini dapat menjadikan Yello Hotel Jambi tempat yang tepat untuk beristirahat dan bersantai”, ungkap Ibu Syanni Attan, Owner Representative Yello Hotel Jambi.
TAUZIA Hotel Management terus menambah jajaran hotel yang dikelolanya di seluruh Indonesia. Kini, satu lagi hotel bertaraf internasional bertambah dengan mulai beroperasinya YELLO Hotel Jambi pada hari Minggu, 13 Juni 2021.
Acara peresmian pembukaan hotel ini dihadiri oleh jajaran VIP dari owning company (Bapak Rony Attan, Direktur Utama PT. Rajato MItra Sentosa Hotelindo); dan TAUZIA Hotel Management (Bapak Christophe Glass – Chief Projects, IT and Estate Management) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi COVID-19.
“Sebagai wadah bagi para seniman lokal untuk berekspresi dan sekaligus untuk menambah kemeriahan pembukaan YELLO Hotel Jambi ini, kami akan mengadakan kompetisi street art yang bertajuk ‘YELLO OFF DA WALL’ berhadiah total hingga Rp. 17.500.000.
Hasil dari kompetisi mural tersebut akan kami tampilkan di area hotel sebagai apresiasi untuk para seniman”, ungkap Daniel, selaku Brand & Business Manager YELLO Hotel Jambi
Nusantara Jambi News-Kota Jambi – Jakarta – Pantang mundur dan tak kenal lelah, Anwar si korban mafia tanah sambangi Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Kemenkopolhukam) dan Badan Pertanahan Nasional/Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR) Pada Hari Selasa 8/6/21
Sebelumnya Anwar telah mendatangi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Presisi Mabes Polri pada Jumat (4/6/21). dan Setneng Senin (7/6/21) untuk mengadukan serta meminta perlindungan dan keadilan dari Presiden serta Kapolri.
Tak mau hanya menunggu tanggapan dan jawaban dari Presiden juga Kapolri, Anwar terus berupaya mencari perlindungan dan keadilan ke lembaga-lembaga negara yang dianggapnya bisa membantu melindungi dirinya dari praktik mafia tanah.
“saya mohon Bapak Sofyan Djalil selaku Menteri BPN/ATR menindaklanjuti persoalan permasalahan tanah milik saya yang terdapat di jalan RC Veteran RT 03/RW 07 Kelurahan Bintaro,” Tutur Anwar saat menyampaikan surat pengaduan ke BPN/ATR, Jakarta.
Pesan yang sama juga disampaikan oleh dirinya kepada Menkopolhukam Mahfud MD, saat menghantarkan surat pengaduan ke Kemenkopolhukam, Jakarta. Anwar sangat berharap kedua pembantu Presiden Joko Widodo menindaklanjuti praktik mafia tanah yang dialaminya.
Anwar juga berharap Presiden Jokowi segera menanggapi surat pengaduan yang telah dikirimkannya melalui Setneng.
Jikalau Presiden bisa merespon praktik mafia tanah yang menimpa Ibunda dari mantan Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, Anwar berharap praktik mafia tanah yang menimpa dirinya. Juga tanahnya yang coba diserobot orang, bisa dikuasai sebagai miliknya tanpa gangguan lagi.
Anwar menceritakan bahwa “tanah saya sudah saya kuasai sejak tahun 1960 turun temurun dari orang tua saya, kemudian pada saya urus sertifikatnya melalui program PTSL Pak Jokowi, dan 3 Desember 2018 sertifikat itu terbit, namun dalam perjalanan waktu ada orang yang mengirimkan surat somasi ke saya dari Surabaya,”
Semula Anwar tidak mengindahkan surat somasi itu, tetapi selanjutnya Anwar dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Tak terima dirinya dilaporkan oleh orang yang mengaku memiliki sertifikat atas tanah yang dimiliki oleh Anwar.
Anwar mencurigai ada praktik mafia tanah yang menimpa dirinya. Oleh karena itu kini dirinya telah berupaya mencari keadilan dan meminta perlindungan dari lembaga-lembaga negara.
Masyarakat kecil seperti Anwar serta korban praktik mafia tanah lainnya tidak bisa mengandalkan siapa-siapa lagi, selain negara.
Kini Anwar menunggu tanggapan dari Presiden dan Para Menteri yang membantunya.
Negara tidak boleh takut dan kalah menghadapi kejahatan dan praktik mafia tanah. Negara harus melindungi rakyat kecil yang menjadi korban praktik-praktik mafia tanah.
Nusantara Jambi News-Kota Jambi – Musibah kebakaran yang menghanguskan pemukiman warga di dua dusun di Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjungjabung Timur pada Selasa subuh (08/06/2021) menimbulkan kisah pilu tersendiri.
Dalam musibah kebakaran tersebut, tercatat 109 rumah hangus terbakar dan 12 rumah terpaksa dirobohkan. Dan 121 jiwa kehilangan tempat tinggal mereka.
Kejadian yang menghabiskan rumah warga disepanjang pasar Mendahara Tengah, tepatnya di 2 Dusun (Dusun Makmur dan Dusun Arifin) Desa Mendahara Tengah, Kecamatan Mendahara, terjadi sekitar pukul 05.20 WIB hingga pukul 08.30 pagi.
Kejadian ini pun menjadi sorotan dan menimbulkan keprihatinan publik. Melihat musibah yang dirasakan ratusan masyarakat Tanjabtim ini, sudah selayaknya kita memberikan sedikit rezeki kita untuk membantu saudara saudara kita di Kecamatan Mendahara.
Bagi para Darmawan dan seluruh masyarakat Jambi yang ingin atau menyalurkan bantuan, bisa melalui ‘Tanjung Jabung Peduli’.
Salurkan bantuan kita melalui rekening resmi ‘Tanjung Jabung Peduli’ korban kebakaran :
BANK 9 JAMBI / Nomor Rekening : 300 206 7 338
Atas nama Tanjung Jabung Timur Peduli
“Ayoo…! bapak, ibu, saudara, sahabat dan kawan, mari kita peduli untuk memberikan DONASI bagi korban musibah kebakaran di Desa MendaharaTengah, karena saat ini dimasa-masa emergency musibah ini berbagai bantuan akan sangat diperlukan.
Sekecil apapun sedekah kita, sangat berarti dan bermanfaat bagi seluruh saudara kita di Desa Mendahara Tengah, Tanjungjabung Timur.
Nusantara jambiNews.com-Kota Jambi-Jakarta-Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan skenario terburuk gempabumi di Jawa Timur mencapai M 8,7. Tidak hanya itu, BMKG juga mencatat ada potensi genangan tsunami mencapai 30 meter di sejumlah titik di provinsi itu.
Lalu, apa yang dilakukan pemerintah daerah setempat dalam mengantisipasi bencana itu?
Saat menghadiri acara webinar kajian dan mitigasi gempabumi dan tsunami di Jawa Timur pada, Jumat (28/5/2021), Dwikorita mengungkapkan pemda perlu mempersiapkan kesiapan jalur evakuasi.
“Itu ternyata cukup banyak hambatan. Ada sungai harus menyeberang. Ada juga jalur evakuasi yang sebetulnya seperti Pacitan itu jalurnya sudah bagus tetapi harus menyeberangi sungai. Sudah siap juga aparatnya sudah siap, dan juga pemdanya sangat peduli,” ujarnya.
“Jadi poinnya agar jalur ini dapat ditingkatkan lebih memadai fasilitas sarana prasarana dan tadi waktu datangnya tsunami itu terlalu cepat bila ada beberapa wilayah yang datangnya tsunami terlalu cepat dibandingkan dengan jarak tempat evakuasi sementara. Sehingga kalau berlari itu bisa terkejar,” lanjutnya.
Menurut Dwikorita, hal itu perlu ditindaklanjuti. Entah itu melibatkan pemerintah provinsi maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Karena misalnya untuk penyiapan shelter ini kan perlu untuk segera disiapkan dan juga penghijauan di pantai juga,” kata Dwikorita.
Eks rektor Universitas Gadjah Mada itu bilang ada salah satu bupati di pesisir selatan Jawa Timur yang sangat cemas dan mengkhawatirkan penambangan pasir di pantai. Pihak pemkab tidak berdaya mengendalikannya.
“Ini kan merendahkan elevasi pantai. Tadi tanpa di tambang kan sudah 18 meter, kalau ditambang masuk ke bawah lagi, pantainya menjadi lebih rendah, bisa lebih rendah dari muka air laut, jadi nanti risikonya semakin besar. Jadi itu mohon juga dukungan agar penambangan ini benar-benar menjadi perhatian untuk mengurangi risiko bahaya tsunami,” ujar Dwikorita.
Tantangan lain, menurut dia, adalah abrasi pantai. Ancaman tsunami akan lebih tinggi apabila pantai mengalami abrasi.
“Akan menjadi lebih pendek, lebih rendah, genangan akan menjadi, artinya pantai akan lebih tenggelam,” kata Dwikorita.
Khusus untuk sumber daya manusia (SDM), dia menilai perlu ada latihan sesering mungkin. Sementara dari sisi prasarana perlu ada penyempurnaan rambu hingga rencana kontijensi perlu disempurnakan dengan SOP yang lebih jelas berdasarkan skenario terburuk peta bahaya tsunami.
Konstruksi bangunan juga menjadi perhatian BMKG. Menurut Dwikorita, struktur bangunan yang ada tidak disiapkan untuk tahan gempa.
“Juga ada kondisi tanah yang memang lunak. Nah ini potensi untuk mengalami amplifikasi atau penguatan guncangan bahkan bisa juga mengalami likuefaksi. Artinya standar bangunan tahan gempa perlu diterapkan kemudian juga audit bangunan-bangunan strategis seperti sekolah, mal, kantor-kantor untuk memastikan tahan terhadap guncangan hingga mencapai M 8,7,” ujar Dwikorita.
“Tata ruang ini juga perlu memperhatikan zona rawan gempa bumi dan tsunami dengan skenario terburuk dan juga pengendalian pencegahan kerusakan lahan,” lanjutnya.
Nusantara Jambi News.com-Kota jambi- Fachrori Umar termasuk salah satu gubernur di Sumatera yang sangat peduli terhadap pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan selama ini. Fachrori Umar (dua dari kanan pakai masker wajah) turut memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, Jumat, 23 Agustus 2019.
Jambi, datang tampak muka, pergi tampak punggung. Ketika hadir di ketahui orang, ketika pergi pun diketahui pula. Pepatah orang Melayu tersebut benar-benar dilaksanakan Fachrori Umar menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Gubernur Jambi, Februari 2021.
Sebelum menyerahkan tongkat kepimpinan kepada penerusnya, Gubernur Jambi periode 2021/2024 hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020, Fachrori Umar pekan ini melakukan anjangsana ke beberapa kabupaten dan kota. Anjangsana tersebut dilakukan untuk pamitan kepada seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah yang telah mendukung program pembangunan Jambi selama ini.
Empat daerah yang telah dikunjungi Fachrori Umar sepekan ini, yakni Kota Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci, Merangin, Bungo dan Tebo. Pada kunjungan tersebut, Fachrori Umar juga menyempatkan diri memberikan bantuan untuk para koran banjir dan bantuan pendidikan ke pondok-pondok pesantren.
“Sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatannya sebagai Gubernur Jambi 12 Februari 2021, saya mohon pamit kepada seluruh masyarakat Jambi. Saya mohon maaf jika dalam melaksanakan amanah jabatan sebagai Gubernur Jambi terdapat kekeliruan, kekurangan dan kesalahan. Saya berharap agar program pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini membawa manfaat bagi masyarakat Jambi,”kata Fachrori Umar pada kunjungan di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Rabu (20-01-20)
Fachrori Umar pada kesempatan tersebut memberikan bantuan pendidikan untuk beberapa pondok pesantren (ponpes) di Tebo. Bantuan tersebut berasal dari Badan Zakat Nasional (Baznas) dan bantuan sosial (Community Social Responsibility/CSR) Bank Jambi. Bantuan serupa juga diberikan ke beberapa pondok pesantren di Kota Sungaipenuh, Kerinci, Merangin dan Bungo.
“Saya memberikan bantuan kepada ponpes dalam kunjungan terakhir saya sebagai Gubernur Jambi ke setiap kabupaten karena selama ini saya melihat, peranan ponpes di Jambi cukup penting meningkatkan kemajuan pendidikan. Namun perhatian terhadap pembangunan ponpes di Jambi belum maksimal. Kondisi demikian tercermin dari masih banyaknya ponpes yang mengalami kesulitan meningkatkan pembangunan fasilitas sarana pendidikan berkualitas di ponpes, seperti minimnya saran teknologi infomasi dan komunikasi dan perpusatakaan,”ujarnya.
Fachrori Umar meminta Gubernur Jambi, para bupati/wali kota yang baru di Jambi beserta seluruh pemangku kepentingan pendidikan di daerah itu harus bersinergi meningkatkan kemajuan pendidikan di setiap kabupaten, termasuk pendidikan di ponpes.
Menurut Fachrori Umar, pembangunan di Jambi masih membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter tangguh. Untuk mewujudkan itu, pendidikan merupakan kunci utama. Karena itu bantuan dana pendidikan dan bantuan bagi ponpes di Jambi merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing ( SDM ) sumber daya manusia.
“Pendidikan harus kita lihat sebagai jangka panjang untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berdaya saing. Sumber daya berkualitas tersbeut nantinya akan menjadi modal yang sangat penting dan utama dalam pembangunan daerah dan nasional,”katanya.
Menurut Fachrori Umar, hal lain yang penting dilakukan para kepala daerah yang baru di Jambi di masa mendatang, yakni kepedulian terhadap bencana alam yang sering melanda seluruh daerah di Jambi. Bencana yang sudah menjadi langganan masyarakat Jambi setiap tahun, yakni bencana kebakaran hutan dan lahan setiap musim kemarau dan bencana banjir dan longsor setiap musim hujan.
“Selama saya menjadi Wakil Gubrnur Jambi, 2010/2015 dan 2016/2018 serta menjadi Gubernur Jambi, 2019/2020persoalan menonjol yang saya lihat sering mendera masyakat Jambi, yaitu bencana kebakaran hutan dan lahan serta banjir dan longsor. Frekuensi bencana alam di Jambi juga terus meningkat seiring dengan meningkatnya kerusakan lingkungan dan hutan di Jambi,”ujarnya
Dijelaskan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi tahun 2019 masih cukup luas, yakni mencapai 11.736 hektare (ha). Namun berkat penanganan yang serius, karhutla di Jambi dapat diturunkan secara drastis tahun 2020 menjadi 1.132 HA.
Menurunnya luas karhutla tersebut membuat Jambi bisa terbebas dari bencana asap tahun lalu. Biasanya, setiap musim kemarau, Provinsi Jambi selalu dilanda bencana asap yang berasal dari karhutla sepertitahun 2015/2019.
“Jambi mampu menekan kasus karhutla tersebut berkat kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Kerma sama seperti inilah yang perlu ditingkatkan di masa mendatang untuk mencegah dan menanggulangi karhutla, sehingga tidak terjadi lagi bencana asap di Jambi,”tuturnya
Menyinggung masalah banjir dan longsor, Fachrori Umar mengatakan, Provinsi Jambi memiliki kerawanan banjir dan longsor yang semakin tinggi. Meningkatnya frekuensi banjir dan longsor dan meluasnya wilayah yang dilanda banjir di Jambi beberapa tahun terakhir disebabkan kerusakan lingkungan, khususnya kerusakan hutan, pendangkalan sungai, kerusakan draiase dan pembangunan permukiman yang mengurangi daeah resapan air.
“Semua penyebab banjir tersebut harus bisa ditangani di masa mendatang untuk mengurangi bencana banjir dan longsor di Jambi. Ini menjadi tugas bersama para pemangku kepentingan untuk menyelamatkan masyarakat Jambi dari bencana alam,”katanya.
Secara terpisah, Direktur Eksekutif Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, Rudy Syah di Jambi, Rabu (20/1) mengatakan, selama tahun 2020, kondisi bencana banjir dan longsor di Provinsi Jambi cukup parah. Banjir yang melanda dua kota dan sembilan kabupaten di Provinsi Jambi tahun lalu terjadi tiga kali, yakni Januari – Februari, April – Mei dan November – Desember.
Dikatakan, dampak banjir di Jambi tahun lalu juga cukup parah. Banjir yang melanda Jambi tahun lalu menyebabkan 11.144 unit rumah warga terendam banjir. Rumah warga yang terendam banjir di Kabupaten Batanghari sekitar 8.238 unit, Merangin (1.000 unit), Bungo (730 unit) dan Sarolangun (685 unit. Kemudian rumahyang terendam banjir di Kerinci tahun lalu sebanyak 312 unit, Kota Jambi (100 unit) dan Muarojambi (76 unit.
“Kondisi banjir di Kota Jambi hingga tahun ini juga semakin memprihatinkan. Banjir yang melanda Kota Jambi, Kamis (31/12/2020) menyebabkan sekitar 3.058 unit rumah di 22 kelurahan terendam. Beberapa daerah permukiman warga yang selama ini tidak pernah terkena banjir dikotaitu, kini terendam banjir,”katanya.
Menurut Rudy Syaf, banjir di Kota Jambi semakin parah akibat sungai dan drainase yang rusak dan kurang berfungsi. Dari 13 sungai kecil dan tiga danau di Kota Jambi, kondisinya saat ini memprihatinkan.
“Saat ini tidak bisa lagi dibedakan mana sungai mana got atau draniase karena semua sudah tertutup sampah,”katanya.
Rudy Syaf mengatakan, kondisi kerusakan hutan di Jambi saat ini juga sangat memprihatinkan. Luas hutan di Provinsi Jambi saat ini hanya tersisa 882.272 hektare (ha). Luas hutan tersebut berkurang 18.441 ha (dua persen) dibanding luas hutan di Jambi tahun 2019 sekitar 900.17 HA
“Bila luas hutan di Jambi saat ini sekitar 882.272 ha dibandingkan dengan luas hutan di Jambi tahun 2000 sekitar 1,95 juta ha, maka hutan yang rusak di Jambi selama 20 tahun terakhir mencapai 1,1 juta ha. Kerusakan hutan yang cukup luas inilah yang berpotensi memicu bencana banjir dan longsor di Jami belakangan ini,”katanya.
Nusantara Jambinews.Com-JAMBI- Kota Jambi bersama 20 kota lain di dunia terpilih menjadi daerah percontohan dalam program pengelolaan sampah UN Habitat, program permukiman manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Kota Jambi satu-satunya kota di Indonesia yang terpilih menjadi pilot project manajemen pengelolaan sampah oleh UN Habitat,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha, pada hari kamis ( 16-72020 ).
“Nantinya manajemen pengelolaan sampah yang kita terapkan akan menjadi contoh pengelolaan sampah bagi kota-kota lainnya di dunia,” ujarnya
Dalam mengelola sampah, Syarif menjelaskan, Pemerintah Kota Jambi menggunakan sistem semi sanitary landfill, menumpuk sampah di satu tempat cekung dan memadatkan dan menimbunnya dengan tanah.
Menurut dia, pemerintah kota sedang membangun sarana dan prasarana pendukung untuk menerapkan sistem full sanitary landfill serta mengolah sampah menjadi energi, pupuk, dan produk bernilai lainnya.
Dari UN Habitat, menurut wali kota, Pemkot Jambi akan mendapatkan dukungan untuk menyiapkan sumber daya manusia serta menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, termasuk mobil pengangkut sampah.
Berkenaan dengan pengelolaan sampah, Pemkot Jambi pada Rabu (15-7-20) menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Kota Ratnapura di Sri Lanka dan UN Habitat.
NusantaraJambiNews.com-Kota Jambi-Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Jambi telah dilaksanakan, Hari Kamis (27-5-21) kemarin,
“Jadi secara tekhnis kami sudah menjalankan amar putusan dari MK sesuai arahan KPU RI dengan surat 277 dan 355, kami tegak lurus dengan aturan itu,” kata Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal saat dikonfirmasi via ponsel, Pada Hari kamis
Soal adanya temuan di TPS 01 Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi ada pemilih yang terdaftar di TPS namun tak diperkenankan mencoblos lantaran alamat KTP tak sesuai alamat TPS, menurutnya sudah diselesaikan.
“Tadi itu ada orang yang tak membawa suket, itu sudah dikonfirmasi ke Dukcapil sudah diproses, sudah diselesaikan oleh teman-teman di KPU Muaro Jambi. Jadi kami langsung memverifikasi ke Dukcapil,” ujarnya
Terkait hasil PSU, Apnizal mengatakan pihaknya belum memperoleh data final. Diakuinya, pihaknya masih akan melakukan rekapitulasi perolehan di tingkat Kecamatan dan pleno di tingkat Kecamatan.
“Besok (hari ini) sudah mulai berjalan di tingkat Kecamatan. Jadwalnya sampai 31 Mei,” terangnya.
Selanjutnya, penyampaian hasil rekapitulasi suara dari tingkat Kecamatan hingga ke Kabupaten/Kota. Lantas bagaimana jika ada gugatan, apakah ada ruang untuk melakukan gugatan, Apnizal mengatakan berdasar tahapan, ada waktu 3 hari untuk melayangkan gugatan ke MK jika ada yang tak puas.
“Dengan hasil yang didapat sekarang kalau memang selisih yang semakin jauh, secara teknis kami hanya menyiapkan jangan sampai ada kesalahan saja,” tuturnya
“Prinsipnya jangan ada kesalahan tekhnis di lapangan. Kalau menurut tahapan, hingga rekapitulasi perolehan suara itu 2-5 Juni tapi waktunya belum ditentukan antara tanggal itu. Misalnya nanti tanggal 2 Juni (rekapitulasi perolehan suara),
maka kita beri waktu 3 hari menunggu ada gugatan atau tidak. Ini belajar dari daerah lain yang sudah menggelar PSU. Dari 17 PSU kan ada 8 yang gugat ke MK. Kalau ada gugatan MK kita tunggu prosesnya. Tapi kalau tidak ada gugatan maka di hari selanjutnya akan dipersiapkan untuk penetapan calon terpilih,” jelasnya
Sementara itu, berdasarkan real count yang dilakukan oleh pasangan Al Haris-Abdullah Sani berdasarkan rekap C1 plano di 88 TPS yang melaksanakan PSU, menempatkan pasangan ini dengan perolehan tertinggi.
Pasangan Haris-Sani mengklaim perolehan sebanyak 11.438 suara atau 55, 56 persen di PSU. Sementara rivalnya yang terdekat, pasangan Cek Endra-Ratu Munawaroh yang mengantongi 8.857 suara atau 43,03 persen.
Pasangan lainnya, Fachrori-Syafril hanya memperoleh 290 suara atau sebesar 1, 41 persen dari total suara sahabat sebanyak 20.585 suara
Nusantara JambiNews.com-Calon Gubernur, Al Haris didampingi calon Wakil Gubernurnya, Abdullah Sani menyatakan akan mendatangi untuk bersilaturahmi dengan kandidat cagub-cawagub lainnya, Cek Endra-Ratu Munawaroh dan juga Fachrori Umar-Syafril Nursal,
Kamis 27 Mei 2021 pukul 17:30 Wib
Hal ini disampaikannya menanggapi pertanyaan wartawan yang mempertanyakan sikapnya setelah ditetapkan dalam pleno KPU Jambi nantinya.
“Kami dan seluruh paslon yang lain adalah keluarga besar. Dan mereka semua yang ikut membesarkan baik Pak Fachrori dan Cek Endra. Insya Allah kami akan mendatangi mereka bersama pak Sani setelah pleno KPU nanti. Karena kita satu rumpun, maka kita harus solid. Kalau kita solid insya Allah Jambi akan cepat maju. Kalau pecah, akan sulit membangun,”